Demikianlah, sebab upaya untuk belajar langsung dari mereka merupakan salah satu cara untuk meraih keunggulan. Hal itu merupakan metode yang digunakan oleh kaum salaf yang shalih dalam mendidik anak-anak mereka. Mereka telah berusaha agar anak-anak mereka dapat menjalin hubungan dengan para syeikh sejak anak-anak mereka masih kecil. Bahkan terkadangn mereka mengajak anak-anak mereka untuk menghadiri majelis-majelis pengkajian Hadist, padahal anak-anak itu belum mencapai usia baligh. Hal itu dilakukan dengan harapan agar mereka dan juga anak-anak mereka mendapatkan keberkahan (dari Allah) melalui majelis-majelis yang diisi dengan kegiatan-kegitan dzikir kepada Allah serta majelis-majelis yang diliputi oleh rahmat Allah dan dikelilingi oleh para malaikat itu.
Perhatikanlah keunggulan yang telah diraih oleh Anas Bin Malik ketika ibunya menyuruhnya untuk membantu Rasullah serta belajar dari beliau. Ummu Sulaim berkata, ”Ya Rasulullah, orang-orang Ansar baik lelaki
mahupun perempuan telah memberikan hadiahnya kepada tuan. Tetapi saya
tidak memiliki apa-apa untuk saya hadiahkan kepada tuan kecuali anak
saya ini. Maka ambillah dia berkhidmat kepada tuan untuk membantu apa
yang tuan mahukan.” Rasulullah pun menerima hadiah Ummu Sulaim dengan
senang hati. Sejak saat itu Anas bin Malik yang berusia 10 tahun hidup
bersama Rasulullah dalam bingkai rumah Rasulullah.


0 komentar:
Posting Komentar