Perasaan inilah yang dinamakan oleh para pakar pendidikan dengan istilah "kontrol agama". Oleh karena itu, ketika anda melarangnya dari suatu perbuatan, maka janganlah anda mengatakan kepadanya :"ini adalah aib". atau "apa yang akan dikatakan orang-orang tentang kita bila mereka mengetahu hal itu?" atau ini akan menjadikan penilaian orang-orang terhadapmu menjadi jelek!". Demikianlah, sebab perkataan-perkataan seperti itu justru akan memperkuat perhatiannya kepada pandangan (persepsi) orang-orang. Dengan demikian, anda pun akan menggiringnya ke arah "kemunafikan Sosial" dan akan mendorongnya untuk berusaha memperbaiki citranya hanya dimata orang-orang saja, sehingga ketika dia dihadapkan pada hal-hal yang diharamkan oleh Allah, sementara pada saat itu ia sedang sendiri, pasti dia akan melanggar aturan-aturan Allah itu!
Sebaiknya anda berkata kepadanya : "ini halal, dan itu haram!" atau "ini termasuk hal yang disukai Allah, sedangkan itu termasuk hal yang dibenci-Nya!" atau ini boleh, sedangkan ini tidak boleh!". Penggunaan ungkapan-ungkapan yang dibolehkan oleh syariat seperti ini dapat membantu anda dalam memupuk "kontrol agama" pada diri sang anak. Ia juga akan mencegahnya dari tindakan-tindakan yang tidak baik dan tidak diharapkan. Oleh karena itu, Nabi SAW telah mewasiatkan hal tersebut kepada Ibnu Abbas, beliau bersabda
"jagalah (aturan-aturan) Allah, niscaya Dia akan menjagamu. Jagalah (aturan-aturan) Allah, niscaya kamu akan mendapati-Nya berpihak padamu". (HR. Bukhari)
Oleh :Imam Al-Mahdawi


0 komentar:
Posting Komentar