"Anak Kita Masadepan Kita"

Senin, 05 Mei 2014

Posted by Unknown on 18.20 with No comments


Assalamualaikum Wr.B

Sebelumnya saya ucapkan terimakasih telah mengunjungi Blog saya ini. Perkenalkan saya  Juliandi, saya bukan seorang doker ataupun psikolog. Saya hanya seseorang yang tidak mempunyai kemampuan lebih tentang dunia anak-anak. Alasan  memilih mengelola Blog mengenai Dunia Anak-anak karena rasa ketertarikan saya . Dunia yang menarik, penuh dengan tantangan bagi orang tua yang mempunyai anak kecil serta dunia yang paling istimewa bagi kita yang pernah merasakannya.

Tulisan-tulisan dari Blog ini bersumber dari beberapa media Online, TV, Majalah dan beberapa Buku referensi tentang Pendidikan Anak yang pernah saya lihat, baca dan dengarkan. Tapi jika ada kesempatan mungkin saya akan menuliskan gagasan-gasan saya mengenai dunia anak.

Blog ini mempunyai alamat ibnu-prakoso.blogspot.com.  Nama alamat ini sengaja saya buat sebagai rasa kasih sayang saya kepada  adik laki-laki saya yang hari ini masih duduk di bangku SD. Mohon doanya semoga kelak adik-adik saya menjadi anak-anak yang soleh, berbakti kepada orang tua, bermanfaat bagi Agama dan Bangsa Indonesia.


Kamis, 01 Mei 2014

Posted by Unknown on 20.26 with No comments
sore itu
Categories:  
Posted by Unknown on 04.50 with No comments

Jakarta, Peralatan makan berbahan plastik kini semakin melimpah dan diminati. Bagaimana tidak, warnanya menarik, bentuknya unik, dan harganya lebih ramah di kantong. Kendati demikian, sebagian besar orang masih meragukan keamanannya untuk kesehatan.

Ada banyak jenis plastik, dua yang paling sering digunakan dalam pembuatan wadah makanan ialah melamin dan polipropilen. Agar aman, Anda harus mengetahui jenis plastik yang dapat membahayakan kesehatan.

Pertama, ialah peralatan makan plastik yang mengandung bisphenol A (BPA) dan phthalate. Kedua senyawa tersebut bersifat toksik dan akhir-akhir ini menimbulkan kecemasan berbagai kalangan. Dianjurkan untuk menggunakan wadah plastik yang memiliki tanda daur ulang berkode 1,2,4, dan 5. Sebab, wadah plastik dengan kode tersebut biasanya tidak mengandung BPA dan phthalate.

Agar tetap aman, hal lain yang perlu diperhatikan ialah mengganti mangkuk plastik tua dengan mangkuk yang baru. Demikian menurut Chris Winder, profesor toksikologi dan kesehatan okupasi di Australian Catholic University.

Menurut penjelasan Winder, plastik merupakan polimer besar yang tersusun dari komponen-komponen kecil yang disebut monomer. Meski polimer tak berbahaya, monomer penyusunnya mungkin masih bersifat racun. Dan plastik tua cenderung lebih mudah terurai menjadi monomer.

"Jika Anda memiliki peralatan makan melamin baru, maka monomernya terikat kuat menjadi polimer. Tetapi jika peralatan tersebut sedikit menua, kontak dengan benda-benda tertentu, termasuk air panas, akan membuatnya melepas monomer. Menurut saya risikonya lebih tinggi," jelas Winder seperti dilansir CNN dan ditulis pada Rabu (30/4/2014)

Meski demikian, Winder dan pakar toksikologi yang lain, Dr Ian Musgrave, sama-sama setuju bahwa tak ada yang perlu dikhawatirkan jika mengonsumsi makanan panas dengan menggunakan peralatan berbahan plastik atau melamin. Pasalnya jumlah melamin yang masuk ke dalam tubuh, 600 kali lebih kecil dari batas maksimal asupan melamin. Artinya, perlu ratusan mangkuk sup panas setiap hari hingga asupan melamin melampaui batas aman.

Sumber : health.detik.com
Categories:  

Terjemah

Postingan Terpopuler

Copyright © Dunia Anak | Powered by Blogger
Distributed By MyBloggerThemes | Design By Carolina Nymark